Rektor UGM Lepas Balon Berhadiah Tandai Dies ke-69

Rektor UGM, Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., secara resmi membuka rangkaian Dies Natalis UGM ke-69. Pembukaan dies natalis ini ditandai secara simbolis dengan pelepasan 69 balon berwana merah putih dan 69 ekor burung ke udara di halaman Balairung, Jumat (3/8). Pemilihan jumlah balon dan burung sebanyak 69 tersebut menyamakan dengan usia UGM yang berdiri sejak 1949 lalu. Dua dari 69 balon yang diterbangkan tersebut membawa dua balon berhadiah berupa uang senilai masing-masing Rp1,5 juta. Bagi masyarakat yang menemukan balon berhadiah tersebut dapat mengambil uangnya di kampus UGM.

Rektor mengatakan tema dies kali ini adalah Keunggulan Inovasi Sainteks UGM untuk Persatuan dan Kedaulatan Bangsa. Pemilihan tema tersebut, menurut Rektor, untuk menegaskan seluruh hasil riset inovasi dari kampus UGM sepenuhnya dimanfaatkan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Kita dorong inovasi ipteks UGM harus lebih unggul dari yang lainnya agar bisa bermanfaat bagi persatuan dan kedaulatan bangsa,” kata Rektor dalam pidato sambutannya.

Ia mengharapkan keberadaan teknologi bisa merekat persatuan dan kesatuan bangsa. Jangan sampai teknologi justru memecah persatuan dan  kesatuan. “Lewat teknologi nantinya bisa merekat dan menyatukan kita sebagai bangsa secara bersama-sama,” katanya.

Rektor mengaku prihatin saat ini persatuan dan kesatuan Indonesia tengah diuji karena keberadaan teknologi media sosial menyebabkan anak bangsa saling menyalahkan bahkan saling mengumpat. Oleh karena itu, teknologi harus bisa semakin menguatkan dan menyatukan seluruh komponen anak bangsa.

Dalam kesempatan itu, Rektor menyampaikan apresiasi kepada panitia dies dan mitra yang mendukung pembukaan kali ini. “Terima kasih partisipasi dan kontribusi yang sudah diberikan semoga UGM semakin mengakar kuat dan menjulang tinggi,” katanya.

Ketua Panitia Dies UGM, Prof. Ir. Yoyok Wahyu Subroto, M.Eng., Ph.D.,  mengatakan kegiatan dies UGM ke-69 kali ini memiliki 20 agenda yang dilaksanakan hingga puncak dies 19 Desember mendatang. “Kita memiliki 20 agenda yang diselenggarakan hingga sampai puncak dies nanti,” katanya

Yoyok mengharapkan dukungan sivitas akademika untuk mendukung seluruh agenda kegiatan sehingga bisa terlaksana dan sukses. “Dukungan dari bapak  ibu semua untuk membantu terselenggaranya rangkaian agenda yang kita laksanakan,” ungkapnya

Pembukaan dies kali ini dikuti oleh ribuan sivitas akademika yang terdiri para tenaga kependidikan dan dosen serta dimeriahkan kegiatan senam bersama, atraksi drone, penampilan tari, pentas musik, serta pembagian doorprize. (Humas UGM/Gusti Grehenson)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *