Dharma Wanita UGM Lakukan Ziarah ke Makam Pendiri UGM

Ratusan anggota Dharma Wanita di lingkungan UGM mengikuti kegiatan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Kusumanegara serta makam keluarga UGM Sawitsari pada Jumat (7/12). Kegiatan yang dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-69 UGM.

Setelah melakukan upacara pemberangkatan di Balairung UGM, rombongan diberangkatkan untuk mengikuti acara ziarah pertama yang dilaksanakan di Sawitsari. Kegiatan di Sawitsari sendiri diisi dengan upacara singkat, pemberian penghormatan dan doa ziarah, serta prosesi tabur bunga.

“UGM bisa berdiri dan menjadi seperti ini berkat jasa dari para pendiri dan sesepuh UGM. Oleh karena itu, kita perlu mengingat jasa-jasa mereka,” ujar Ketua Dharma Wanita UGM, Nur Indrianti Panut Mulyono.

Salah satu pendiri UGM yang dimakamkan di Sawitsari adalah rektor kedua UGM yang telah ditetapkan menjadi pahlawan nasional pada tahun 2009 silam, Prof. Dr. Ir. Herman Johannes. Gelar ini diberikan kepadanya atas perannya dalam perang mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Usai acara di Sawitsari, rombongan kemudian menuju Taman Makam Pahlawan Kusumanegara untuk melakukan acara serupa. Di antara ratusan nisan yang tertata di TMP Kusumanegara, pada salah satunya terpampang nama Prof. Dr. Sardjito, rektor pertama UGM yang juga merupakan pahlawan perjuangan bangsa Indonesia.

Selain memiliki jasa yang besar dalam bidang pendidikan dan kesehatan, Prof. Sardjito juga berperan besar dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan. Pada masa perang kemerdekaan, Prof. Sardjito turut berjuang melalui jalur kesehatan dengan mengupayakan ketersediaan obat-obatan dan vitamin bagi para prajurit, serta dengan membangun pos kesehatan untuk tentara.

Perjuangan inilah yang menjadikan Prof. Sardjito sebagai sosok yang perlu dikenang dan diteladani, khususnya ketika mengingat kembali akan sejarah berdirinya UGM. Selain Sardjito, di tempat ini juga

“Harapannya kita bisa meneladani pengorbanan mereka yang telah berjuang untuk UGM, bangsa, dan negara,” imbuh Indrianti.

Selain untuk meneruskan tradisi yang dilaksanakan setiap menjelang peringatan Dies Natalis UGM, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempersatukan para anggota Dharma Wanita yang berasal dari berbagai fakultas di UGM agar dapat mengenal satu dengan yang lain serta mau bersatu untuk ikut meneruskan teladan para pendahulu.

Kegiatan ziarah ini merupakan satu di antara berbagai kegiatan dalam rangkaian perayaan Dies Natalis UGM di bidang non-akademik yang diselenggarakan oleh organisasi Dharma Wanita UGM. Sebelumnya, mereka juga melakukan kegiatan Bakti Sosial serta pemeriksaan kesehatan gratis di Desa Kalirejo, Kokap, Kabupaten Kulon Progo, pada 15 November lalu. (Humas UGM/Gloria)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *